Alat Boring Test

Displacement Boring, Penting dalam Proyek Konstruksi!

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas berbagai metode Boring Test dalam penelitian geoteknik, termasuk teknik-teknik seperti Wash Boring, Percussion Drilling, Rotary Drilling, Auger Boring, hingga Continuous Sampling. Metode-metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, serta penggunaan yang cocok dengan kondisi tanah tertentu. Namun pada kesempatan kali ini, kita akan melanjutkan pembahasan pada salah satu metode dalam pengambilan sampel tanah dengan cara yang sederhana dan ekonomis. Metode ini tetap dalam mendeteksi perubahan karakteristik tanah, yaitu Displacement Boring.

Lantas, apa sih sebenarnya Displacement Boring? Bagaimana proses pengerjaannya? Dan apa saja kelebihan dan kekurangannya? Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai metode Displacement Boring yang satu ini!

A.   Apa Itu Displacement Boring?

Displacement Boring merupakan metode pengeboran yang berfungsi untuk mengambil sampel tanah sekaligus membuat lubang bor dengan diameter sekitar 25–75 mm. Metode ini merupakan cara yang sederhana dan ekonomis, terutama jika tidak terjadi keruntuhan tanah (caving) yang berlebihan. Namun, karena sifatnya yang memadatkan tanah di sekitar lubang, teknik ini kurang cocok untuk tanah berpasir lepas yang mudah runtuh.

Displacement Boring berfungsi untuk mendeteksi perubahan karakteristik tanah dengan mengukur ketahanan penetrasi selama pengeboran. Metode ini memungkinkan pengambilan sampel tanah secara kontinu, terutama pada tanah yang kaku dan padat, guna melindungi alat dari kerusakan serta mencegah terbentuknya lubang konstruksi yang berat. Dengan mengetahui perubahan karakteristik tanah melalui teknik ini, dapat lebih mudah memahami kondisi tanah di lokasi sebelum memulai proses konstruksi.

B. Apa Saja Alat yang Digunakan dalam Displacement Boring?

Dalam metode Displacement Boring, penggunaan alat yang tepat sangat penting untuk memastikan proses pengeboran dan pengambilan sampel tanah berjalan efektif. Beberapa alat utama dalam metode ini, yaitu:

1. Closed Bottom Sampler, alat pengambil sampel dengan bagian bawah tertutup untuk menahan tanah selama proses pengeboran.

2. Slit Cup Sampler, jenis sampler yang memiliki celah (slit) untuk menangkap sampel tanah.

3. Piston Sampler, sampler yang menggunakan mekanisme piston untuk menahan dan melepaskan sampel tanah dari bawah.

Dengan menggunakan alat-alat tersebut, Displacement Boring dapat dilakukan secara efisien, terutama pada tanah yang cukup padat dan kaku. Pemilihan alat yang sesuai juga membantu mencegah kerusakan pada peralatan serta memastikan sampel tanah tetap terjaga dalam kondisi optimal.

Baca Juga: Mengenal Alat-Alat Boring Test dalam Penyelidikan Tanah

C. Bagaimana sih Cara Kerja Displacement Boring?

Proses kerja pada metode Displacement Boring ini melibatkan penggunaan alat pengambil sampel seperti Closed Bottom Sampler, Slit Cup, atau Piston Sampler yang dimasukkan ke dalam tanah hingga kedalaman tertentu. Setelah mencapai titik yang diinginkan, Piston diputar untuk melepaskan tanah di bawahnya, kemudian alat ditarik keluar bersama sampel tanah. Setelah sampel diambil, alat disimpan dalam kondisi tertutup agar bisa digunakan kembali pada kedalaman berikutnya.

Pada tanah yang keras dan padat, proses ini membutuhkan pengambilan sampel secara berkelanjutan untuk melindungi alat dari kerusakan dan untuk menghindari terbentuknya lubang konstruksi yang terlalu berat. Pengambilan sampel yang kontinu ini menjadi bagian penting dari proses kerja Displacement Boring, terutama dalam menjaga efisiensi dan keakuratan pengeboran pada tanah yang kaku.

D.  Apa Saja sih Kelebihan dan Kekurangan Displacement Boring?

Metode Displacement Boring memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya. Kelebihan-kelebihan tersebut membuat metode ini menjadi pilihan yang efisien dalam kondisi tertentu. Namun tetap perlu memerhatikan beberapa keterbatasan yang ada, seperti penjelasan berikut ini:

Kelebihan:

1. Sederhana dan Ekonomis, asalkan tidak terjadi caving (keruntuhan tanah) yang berlebihan.

2. Deteksi Perubahan Karakteristik Tanah, efektif dalam mendeteksi perubahan besar pada karakteristik tanah melalui ketahanan penetrasi.

3. Cocok untuk Tanah Kaku dan Padat, di mana pengambilan sampel dapat dilakukan secara terus-menerus tanpa mengganggu proses pengeboran.

Kekurangan:

1. Tidak Cocok untuk Pasir Lepas, karena risiko caving yang tinggi, sehingga tidak efektif pada tanah berpasir lepas yang mudah runtuh.

2. Rentan terhadap Kerusakan pada Tanah yang Terlalu Lembek, jika tanah terlalu lembek atau tidak stabil, metode ini dapat menyebabkan kesulitan dalam pengambilan sampel dan ketepatan hasil pengeboran.

Dengan kelebihan dan kekurangan tersebut, Displacement Boring menjadi pilihan yang efektif untuk proyek yang melibatkan tanah padat, tapi perlu juga mempertimbangkan lokasi yang memiliki kondisi tanah yang berbeda.

Nah,  bila Anda ingin membangun gedung bertingkat atau lainnya dan memerlukan jasa boring test, percayakan saja pada ahlinya! Marigo Jaya Perkasa akan siap membantu Anda dan memastikan boring test berjalan sesuai standar keamanan yang berlaku!

Klik tombol WhatsApp sekarang!

Oleh: Aditya Sidhiq Pratama dan Glen Stevano Tanihatu

Sumber:

HATI-HATI!


Terhadap penipuan yang mengatasnamakan PT. Marigo Jaya Perkasa. 

Saat ini kami sedang tidak mengadakan rekrutmen / penerimaan karyawan.

Jika suatu saat kami mengadakan rekrutmen, maka segala proses tidak akan dipungut biaya apapun, dan calon akan dihubungi melalui nomor resmi PT. Marigo Jaya Perkasa yang tertera di website ini.

Salam, 

This will close in 0 seconds