cara membaca site plan

Cara Membaca Site Plan dengan Cepat

Ketika Anda melihat gambar teknis seperti site plan, mungkin Anda sempat bertanya-tanya: “Apa sih arti dari semua simbol dan garis ini?” Tapi tenang saja, karena Anda tidak sendiri. Masih banyak orang yang belum tahu bagaimana cara membaca site plan, padahal dokumen ini memiliki peran penting dalam proses perencanaan, pembelian, maupun pembangunan properti.

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas pengertian site plan dan berbagai elemen penting yang terdapat pada site plan. Setelah memahami apa itu site plan dan elemen-elemennya, kini saatnya melihat lebih dalam untuk memahami bagaimana cara membaca informasi yang tersaji di dalamnya. Panduan berikut akan membantu Anda mengenali setiap bagian site plan dengan lebih akurat.

A. Mengapa Bisa Membaca Site Plan Itu Penting?

Memahami site plan bukan hanya penting bagi developer, tetapi juga sangat berguna bagi calon pembeli rumah atau siapa pun yang ingin merenovasi atau membangun properti. Dengan membaca site plan, Anda bisa mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai lokasi, fasilitas umum, akses jalan, hingga potensi kenyamanan lingkungan. Informasi ini membantu dalam membuat keputusan yang lebih tepat, baik saat memilih rumah, merencanakan renovasi, maupun memahami rencana pengembangan kawasan.

Nah, setelah mengetahui pentingnya memahami site plan, sekarang saatnya mempelajari bagaimana cara membaca site plan dengan tepat!

 B. Cara Membaca Site Plan

1. Mulailah dengan Mengecek Judulnya (Title Block)

Sebelum Anda sibuk menebak-nebak isi gambar, cobalah lihat di bagian pojok kanan bawah. Di sana biasanya terdapat “Title Block, yaitu semacam identitas dokumen yang berisi informasi administratif penting. Melalui Title Block tersebut, Anda bisa melihat siapa yang menggambar site plan, waktu pembuatan site plan, nomor gambar, nomor revisi, hingga kontak narahubung. Jadi, bila ada hal yang membingungkan, Anda tahu harus bertanya pada siapa.

 2. Temukan Arah Utara (North Point)

Salah satu hal pertama yang harus Anda cari adalah simbol panah arah utara biasanya dengan tanda huruf “N” atau di Indonesia bisa juga dengan tanda “U”, simbol ini biasanya terletak di sudut kanan atas pada denah dengan tanda panah yang menunjukan arah pada denah lokasi Anda. 

 3. Pahami Titik Datum

Titik datum adalah titik referensi yang berfungsi menunjukkan ketinggian di dalam site plan. Biasanya, ini adalah titik dengan elevasi yang sudah diketahui atau dianggap tetap, dan dari sinilah semua informasi ketinggian lainnya diukur. Dengan memahami titik datum, Anda bisa mengetahui perbedaan tinggi antar area di lokasi proyek.

 4. Lihat Skala Gambar

Penggambaran site plan tidak bisa sembarangan atau sesuka hati, tetapi harus mengikuti skala. Misalnya jika tertera (1”=40’), artinya 1 inci pada denah lokasi sama dengan 40 kaki di lapangan atau di dunia nyata. Hal ini penting agar Anda bisa memperkirakan ukuran bangunan, jarak antar area, atau luas taman dengan lebih realistis. Skala denah lokasi ini biasanya terletak di sudut kanan atas di bawah tanda panah Utara denah lokasi Anda.

 5. Kenali Garis Batas Lahan

Garis tepi yang mengelilingi site plan biasanya menunjukkan batas tanah (property line). Dari situ Anda bisa mengetahui sejauh mana hak milik Anda dan seberapa jauh bangunan boleh didirikan dari batas tersebut (setback) yang diatur dalam hukum. Hal ini penting sekali untuk memastikan proyek Anda mengambil lahan orang lain sehingga tidak adanya perselisihan dan tuntutan hukum.

6. Perhatikan Kontur Tanah (Jika Ada)

Bila lahan Anda tidak datar, biasanya site plan akan menunjukkan garis kontur, yaitu garis-garis melengkung yang menggambarkan tinggi rendahnya permukaan tanah. Hal ini bisa berpengaruh ke dalam desain bangunan nantinya.

7. Lihat Bangunan yang Sudah Ada dan Usulannya

Bangunan yang sudah ada biasanya ditunjukkan dengan garis atau simbol tertentu. Jika Anda sedang merenovasi, Anda dapat melihat bagian mana yang akan dipertahankan dan bagian mana yang akan diubah.

Site plan biasanya menunjukkan dua jenis, yaitu:

  • Existing Site Plan: kondisi lahan saat ini.
  • Proposed Site Plan: rencana bangunan setelah proyek selesai.

 8. Temukan Struktur yang Ada

Site plan biasanya menampilkan struktur yang sudah ada di lokasi, seperti bangunan, pagar, atau elemen lanskap yang harus dipertahankan, yang digambarkan dengan simbol atau garis tertentu agar mudah membedakannya dengan struktur baru. Jika Anda merasa bingung dengan banyaknya simbol atau singkatan teknis, jangan khawatir,  selama Anda memahami arti dari simbol-simbol tersebut, membaca site plan akan menjadi jauh lebih mudah. Untuk menjaga denah tetap jelas dan tidak penuh dengan teks, arsitek atau desainer menggunakan singkatan seperti WC (Water closet alias toilet), KIT (kitchen alias dapur), DP (Downpipe alias pipa pembuangan), COL (Column alias kolom), hingga FFL (Finished floor level alias lantai jadi) dll, yang biasanya dijelaskan dalam daftar legenda pada bagian pinggir gambar. Setiap proyek bisa memiliki singkatan unik, namun daftar tersebut memberikan panduan umum yang bisa membantu Anda memahami denah lokasi dengan lebih percaya diri.

 9. Cek Detail Tambahan (Jika Ada)

Selain bagian dasar,  juga sebaiknya mencakup detail tambahan agar lebih jelas dan berguna. Ini termasuk:

  • Dinding dalam untuk menunjukkan tata ruang, terutama pada proyek renovasi, dengan garis putus-putus untuk struktur lama dan garis solid untuk perubahan yang direncanakan. Selain itu, biasanya juga menyertakan lorong dan lemari biasanya.
  • Tangga, yang penting tapi sering kurang jelas, perlu gambaran lengkap dengan panah arah naik atau turun, atau diberi label.
  • Teras, balkon, dan garasi bisa dimasukkan, terutama jika berdekatan dengan lantai yang ditampilkan.
  • Struktur dan fitur interior seperti perapian, sauna, ruang penyimpanan, dan kabinet perlu ditandai dengan singkatan atau simbol.
  • Pintu dan akses masuk penting untuk menunjukkan alur sirkulasi dan titik keluar, termasuk arah bukaan pintu jika menggunakan engsel.
  • Peralatan besar seperti kulkas, kompor, mesin cuci, toilet, dan wastafel sebaiknya ditampilkan untuk membantu visualisasi hasil akhir, meskipun tidak permanen.

Namun, daftar ini adalah panduan mengenai apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam site plan, bukan daftar kewajiban isi.

C. Tips Membaca Site Plan secara Cepat

Berikut ringkasan dalam bentuk poin berdasarkan sumber yang Anda berikan:

  1. Mulailah dengan melihat skala dan panah utara untuk memahami orientasi dan ukuran site plan.
  2. Perhatikan garis batas properti dan pastikan Anda memperhitungkan setback, yaitu jarak dari batas legal ke struktur bangunan sesuai ketentuan.
  3. Menyertakan keterangan tertulis pada hal-hal yang tertera dalam gambar, sehingga meminimalkan potensi kebingungan saat membaca.
  4. Gunakan peta sekitar (vicinity map) untuk memahami hubungan lokasi properti dengan kota, jalan, sungai, gunung, dan elemen geografis lainnya.

Dengan mempelajari cara membaca site plan, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat dan baik saat memilih rumah di kawasan perumahan, menilai kelayakan lokasi, maupun merencanakan pembangunan atau renovasi. Semakin Anda memahami site plan, semakin mudah juga Anda melihat potensi dan batasan sebuah properti secara menyeluruh.

Nah, bila Anda berencana membangun gedung, kawasan perumahan, atau proyek lainnya dan memerlukan jasa pembuatan site plan yang profesional, percayakan saja pada ahlinya! Marigo Jaya Perkasa siap membantu Anda menyusun site plan yang tepat dan akurat sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku.

Oleh: Aditya Sidhiq Pratama & Glen Stevano Tanihatu

Sumber:

HATI-HATI!


Terhadap penipuan yang mengatasnamakan PT. Marigo Jaya Perkasa. 

Saat ini kami sedang tidak mengadakan rekrutmen / penerimaan karyawan.

Jika suatu saat kami mengadakan rekrutmen, maka segala proses tidak akan dipungut biaya apapun, dan calon akan dihubungi melalui nomor resmi PT. Marigo Jaya Perkasa yang tertera di website ini.

Salam, 

This will close in 0 seconds