Telp: 0812-9233-7161
Apakah Anda sedang merancang sebuah rumah impian, gedung komersial, atau proyek skala besar? Jika iya, maka memahami perbedaan antara Site Plan dan Floor Plan adalah langkah awal yang tidak boleh Anda lewatkan. Meski sering terdengar mirip, keduanya memiliki fungsi yang sangat berbeda namun saling melengkapi dalam proses perencanaan arsitektur.
Artikel ini akan membantu Anda mengenal lebih dalam tentang apa itu Site Plan dan Floor Plan, apa saja perbedaannya, kapan harus menggunakannya, serta kelebihan dan kekurangannya. Dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat membuat keputusan yang lebih strategis dalam setiap tahap desain dan konstruksi. Mari kita mulai pelajari perbedaannya dan optimalkan rencana proyek Anda!
A. Apa itu Site Plan dan Floor Plan?
Site Plan atau Rencana Tapak Rinci adalah gambar perencanaan yang menunjukkan tata letak bangunan, jalan, taman, utilitas, serta elemen penting lainnya dalam suatu bidang lahan. Dokumen ini membantu arsitek, insinyur, dan perencana kota dalam merancang ruang sesuai fungsi dan aturan tata ruang yang berlaku.
Jika Anda ingin mempelajari Site Plan secara lebih mendalam, Anda bisa membaca tiga artikel kami sebelumnya:
- Kenali Site Plan Sebelum Mengajukan PBG
- 7 Elemen Penting dalam Site Plan
- Cara Membaca Site Plan dengan Cepat
Floor Plan atau Denah Lantai merupakan gambar yang menggambarkan tata letak sebuah bangunan, termasuk hubungan antar-ruangan, area, dan elemen fisik lainnya seperti pintu, jendela, dll. Penggunaan konsep Floor Plan sendiri sudah ada sejak zaman kuno dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi serta pendekatan desain yang semakin modern.
Penjelasan singkatnya, Site Plan menggambarkan tata letak bangunan dan elemen luar pada sebidang lahan, sedangkan Floor Plan menunjukkan susunan ruang di dalam bangunan. Keduanya sama-sama penting dalam proses perencanaan, tetapi berfungsi pada skala dan konteks yang berbeda, Site Plan fokus pada lingkungan sekitar bangunan, sementara Floor Plan lebih menekankan detail interior dan hubungan antar-ruangan.
B. Apa Saja Perbedaan antara Site Plan dan Floor Plan?
Setelah memahami pengertian Site Plan dan Floor Plan, kini saatnya anda mengetahui apa saja perbedaan utama di antara keduanya dalam merancang sebuah proyek. Berikut adalah beberapa aspek utama yang membedakan kedua sistem ini:
1. Ruang Lingkup (Scope)
Site Plan memiliki cakupan yang luas karena menggambarkan keseluruhan properti secara menyeluruh. Elemen-elemen seperti batas lahan, orientasi bangunan terhadap mata angin, topografi, sistem drainase, akses kendaraan, area parkir, dan lanskap semuanya tergambar dalam Site Plan. Dengan demikian, Site Plan membantu para pemangku kepentingan memahami bagaimana suatu bangunan akan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Floor Plan lebih fokus pada ruang dalam bangunan. Floor Plan memperlihatkan tata letak ruang-ruang dalam satu level bangunan, sehingga sangat berguna untuk pengambilan keputusan terkait fungsi ruang dan pemanfaatan area interior secara optimal.
2. Tingkat Detail (Level of Detail)
Site Plan memberikan gambaran menyeluruh atau bird’s-eye view terhadap bangunan dan lingkungannya. Penyajian informasinya bersifat umum namun sangat penting untuk perencanaan konteks dan lingkungan. Meski sering disamakan dengan plot plan, Site Plan sebenarnya lebih komprehensif karena mempertimbangkan faktor lingkungan dan konteks proyek secara luas.
Berbeda dengan itu, Floor Plan menyajikan detail yang lebih mendalam tentang bagian dalam bangunan. Di dalam Floor Plan, akan tampak dimensi setiap ruangan, penempatan furniture, arah bukaan pintu, serta berbagai elemen arsitektur penting lainnya pada masing-masing lantai bangunan.
3. Pertimbangan Desain (Design Considerations)
Dalam proses perencanaan,Site Plan sangat penting untuk menentukan penempatan bangunan yang optimal di atas lahan. Karena itulah, perlu memperhitungkan faktor-faktor seperti orientasi terhadap matahari, aksesibilitas pengguna, dan keselarasan dengan estetika lingkungan sekitarnya. Selain itu, Site Plan juga mempermudah evaluasi kelayakan proyek serta memastikan bangunan memenuhi aturan dan regulasi tata ruang yang berlaku.
Sementara itu, Floor Plan berperan penting dalam perencanaan desain interior. Floor Plan memungkinkan arsitek dan desainer mengevaluasi sirkulasi ruang, efisiensi fungsi, dan tata letak interior agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan kata lain, Floor Plan membantu memastikan kenyamanan dan fungsionalitas ruang dalam bangunan.
4. Kolaborasi dan Komunikasi (Collaboration and Communication)
Site Plan menjadi alat penting dalam menyampaikan visi proyek secara menyeluruh kepada para pihak terkait, seperti arsitek, insinyur sipil, perancangan lanskap, hingga otoritas pemerintahan. Site Plan memfasilitasi diskusi mengenai analisis lahan, pemanfaatan ruang, serta integrasi sistem infrastruktur dan utilitas, termasuk mempertimbangkan dampak lingkungan dari pembangunan.
Sementara itu, Floor Plan lebih banyak berfungsi untuk mendukung komunikasi teknis dalam proses desain dan konstruksi interior. Arsitek, desainer interior, kontraktor, dan klien menggunakan Floor Plan sebagai acuan untuk memastikan setiap detail perancangan ruang dan pengerjaannya sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.
C. Kapan Harus Menggunakan Site Plan maupun Floor Plan?
Site Plan sebaiknya digunakan saat Anda berada pada tahap awal perencanaan sebuah proyek, terutama ketika ingin merancang bangunan agar sesuai dengan keadaan lahan di lapangan. Dokumen ini sangat penting jika Anda sedang mengurus perizinan bangunan (seperti PBG), menilai potensi akses, orientasi terhadap matahari, sistem drainase, hingga integrasi dengan lanskap atau lingkungan sekitar. Singkatnya, Site Plan dibutuhkan ketika fokus Anda ada pada tata letak eksternal dan hubungan bangunan dengan lahan secara menyeluruh.
Sementara itu, Floor Plan digunakan saat Anda mulai masuk ke tahap perencanaan desain interior bangunan. Dokumen ini sangat berguna untuk merancang hubungan antar-ruangan, memaksimalkan fungsi ruang, mengatur sirkulasi, serta memastikan kenyamanan dan efisiensi dalam penggunaan area dalam bangunan. Dengan kata lain, Anda membutuhkan Floor Plan ketika ingin mengoptimalkan susunan ruang di dalam bangunan dan memastikan setiap area memiliki fungsi yang sesuai.
Keduanya tidak saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Site Plan memberikan konteks eksternal, sedangkan Floor Plan memberikan pemahaman mendalam tentang ruang internal. Maka dari itu, penggunaan keduanya secara bersamaan akan memberikan gambaran yang utuh dalam proses perencanaan arsitektur, mulai dari tapak hingga tata ruang dalam bangunan.
D. Kelebihan dan Kekurangan Site Plan dan Floor Plan
Baik Site Plan maupun Floor Plan memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing tergantung pada kebutuhannya. Berikut penjelasan kelebihan dan kekurangan dari Site Plan dan Floor Plan:
Kelebihan Site Plan:
- Menampilkan gambaran menyeluruh antara bangunan dan lingkungan sekitarnya.
- Membantu penempatan bangunan secara strategis di atas lahan.
- Mendukung kepatuhan terhadap aturan zonasi dan aspek lingkungan.
Kekurangan Site Plan:
- Tidak memuat detail interior bangunan.
- Perlu survei tambahan untuk kondisi lahan yang kompleks.
Kelebihan Floor Plan:
- Menyajikan tata ruang interior secara mendetail.
- Memudahkan perencanaan fungsi dan sirkulasi ruang.
- Mendukung komunikasi visual selama proses desain.
Kekurangan Floor Plan:
- Tidak menunjukkan konteks eksternal atau kondisi lahan.
- Membutuhkan gambar tambahan untuk struktur bangunan yang rumit.
Memahami perbedaan, kelebihan, dan kekurangan antara Site Plan dan Floor Plan akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat dalam setiap tahap perencanaan bangunan. Dengan memanfaatkan kedua dokumen ini secara selaras, Anda tidak hanya memastikan rancangan yang fungsional dan efisien, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan serta regulasi yang berlaku
Nah, bila Anda berencana membangun gedung, kawasan perumahan, atau proyek lainnya dan memerlukan jasa pembuatan Site Plan yang profesional, percayakan saja pada ahlinya! Marigo Jaya Perkasa siap membantu Anda menyusun site plan yang tepat dan akurat sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku.
Oleh: Aditya Sidhiq Pratama & Glen Stevano Tanihatu
Sumber:
- https://www.volantt.co/post/what-is-the-history-of-floor-plans-and-how-they-have-evolved-over-time
- https://mtcopeland.com/blog/what-is-a-site-plan-11-things-good-site-plans-must-include/
- https://www.qecad.com/cadblog/site-plan-vs-floor-plan-understanding-the-difference/
- https://www.linkedin.com/pulse/5-essential-floor-plan-vs-site-contrasts-unveiled-proptimes-vapoc/
- https://binus.ac.id/malang/interior/2024/11/15/floor-plan-denah-lantai-panduan-lengkap-dan-terperinci/
- https://www.frepik.com





