soil test, sondir bogor jasa sondir, marigo jaya perkasa, site plan

6 Kesalahan Umum dalam Membuat Site Plan

Sebelum membuat site plan, Anda perlu membuat perencanaan terlebih dahulu agar memudahkan proses pembuatan. Sebab site plan nantinya akan menjadi salah satu dokumen penting dalam pengajuan izin  pembangunan sekaligus membantu pekerjaan secara teknis. Sayangnya, meskipun saat ini sudah banyak software untuk membantu pembuatan site plan, tetapi kesalahan umum seperti kurangnya elemen-elemen yang lengkap hingga tingkat kemudahan dalam membaca site plan tak sepenuhnya dapat dihindari.

Nah, artikel ini akan memberitahu Anda 6 kesalahan umum dalam membuat site plan yang sering terjadi.

 1. Menganggap Site Plan sama dengan Floor Plan

Banyak orang yang salah memahami dan mengira bahwa site plan dengan floor plan adalah hal yang sama. Padahal site plan dan floor plan memiliki tujuan yang berbeda. Site plan lebih berfokus pada keseluruhan tata letak bangunan, lahan, akses jalan, area parkir, saluran air dan listrik. Sedangkan floor plan merupakan rancangan yang membahas tata letak interior bangunan seperti posisi kamar, dapur, dan pintu.

Hal ini dapat menyebabkan hasil perencanaan menjadi salah yang dapat menyebabkan sebuah proyek gagal mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB). Oleh sebab itu, saat ingin membuat site plan profesional, perlu mencantumkan informasi penting seperti:

  1. Garis batas lahan.
  2. Titik elevasi tanah.
  3. Akses kendaraan dan pejalan kaki.
  4. Lokasi utilitas seperti saluran air dan listrik.

Selain itu, sejak awal Anda perlu memahami terlebih dahulu apa saja perbedaan antara site plan dengan floor plan.

2. Tidak Melakukan Uji Tanah Sebelumnya

Salah satu  kesalahan yang sering terjadi adalah langsung membuat site plan tanpa melakukan survei di lapangan atau melakukan pengujian tanah pada lokasi yang ditentukan. Beberapa orang berpendapat bisa membuat site plan langsung berdasarkan foto dan data lainnya, tetapi hal ini dapat menyebabkan potensi risiko geologi yang tinggi seperti longsor atau penurunan tanah apabila tidak dilengkapi dengan data yang akurat tentang topografi atau jenis tanah yang ada di lapangan.

Karena itu selalu lakukan uji boring atau penyelidikan tanah sebelum membuat sebuah site plan. Pengujian ini akan memberikan informasi terkait daya dukung tanah, potensi tanah, dan lapisan tanah yang ada di lapangan. Dengan data ini pun kita bisa menentukan lokasi pembangunan, sistem drainase, dan tipe fondasi dengan tepat.

 3. Tidak Memperhitungkan Zoning dan Peraturan Lokal

Zoning adalah peraturan tentang penggunaan lahan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Akan tetapi, sampai saat ini masih banyak proyek yang mengabaikan peraturan ini karena berpikir bahwa site plan hanyalah tentang estetika tanpa ada kaitannya dengan zoning. Padahal jika site plan tidak sesuai dengan zoning, hal ini dapat menyebabkan pembatalan proyek, pembongkaran bangunan yang sudah berdiri, hingga sanksi hukum.

Untuk menghindari risiko dari zoning, maka pastikan terlebih dahulu jika kita sudah memahami peraturan yang ada  seperti:

  1. Jumlah lantai maksimal.
  2. Jarak minimum dari garis batas lahan.
  3. Rasio luas bangunan terhadap lahan.
  4. Jenis bangunan yang diperbolehkan.

Apabila masih ragu terhadap zoning, maka konsultasikan langsung dengan dinas tata kota atau ahli hukum properti profesional.

 4. Mengabaikan Jalur Akses

Aksesibilitas adalah salah satu faktor terpenting dalam sebuah site plan. Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan perencanaan jalur akses untuk kendaraan dan pejalan kaki dalam pembuatan site plan. Alhasil, ketika pembangunan selesai, para pengguna kendaraan dan pejalan kaki mengalami kesulitan untuk masuk atau keluar area bangunan.

Oleh karena itu, pastikan jalur akses sudah memenuhi syarat minimal baik untuk satu arah atau dua arah. Rencanakan juga jumlah kendaraan yang akan melintasi jalur tersebut dan jangan lupa untuk mempertimbangkan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman terutama untuk site plan yang mencakup area publik seperti pusat perbelanjaan atau kampus.

 5. Tidak Merencanakan Utilitas dengan Baik

Utilitas seperti akses air bersih, limbah, dan listrik seringkali diabaikan dalam tahapan awal perencanaan site plan. Padahal jika tidak direncanakan dengan baik dapat menjadi permasalahan antara jalur utilitas dan struktur bangunan. Masalah yang umum terjadi adalah pipa air yang tertimpa fondasi bangunan atau kabel listrik yang terhalang saluran air. Karena itu pastikan selalu semua jalur utilitas digambar secara terpisah dan berkolaborasi dengan pihak penyedia utilitas seperti PDAM atau PLN untuk memastikan titik sambungan sudah sesuai.

 6. Tidak Melibatkan Stakeholder dalam Proses Perencanaan

Banyak orang yang membuat site plan secara sepihak tanpa melibatkan stakeholder seperti arsitek, kontraktor, atau pihak setempat yang berwenang. Hal ini dapat menyebabkan pembuatan site plan tidak memenuhi standar teknis yang dapat menyebabkan revisi besar-besaran, penundaan proyek, hingga permasalahan dengan hukum.

Untuk menghindari hal ini terjadi, kita dapat melibatkan semua pihak yang terkait sejak awal pembuatan site plan seperti melakukan rapat koordinasi untuk memastikan semua persyaratan teknis dan hukum sudah terpenuhi. Saat ini pun file site plan juga dapat dibagikan secara mudah menggunakan software kolaborasi seperti Google Drive.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kita tidak hanya membuat site plan yang detail dan akurat. Melainkan juga memenuhi kebutuhan teknis dan hukum.

Nah, jika Anda memerlukan kebutuhan untuk melakukan pengujian tanah hingga membuat site plan, jangan ragu untuk meminta bantuan dari ahli seperti Marigo Jaya Perkasa yang sudah berpengalaman!

Oleh: Aditya Sidhiq Pratama & Glen Stevano Tanihatu

Sumber:

HATI-HATI!


Terhadap penipuan yang mengatasnamakan PT. Marigo Jaya Perkasa. 

Saat ini kami sedang tidak mengadakan rekrutmen / penerimaan karyawan.

Jika suatu saat kami mengadakan rekrutmen, maka segala proses tidak akan dipungut biaya apapun, dan calon akan dihubungi melalui nomor resmi PT. Marigo Jaya Perkasa yang tertera di website ini.

Salam, 

This will close in 0 seconds